Blood lead levels among automotive workshop workers measured using atomic absorption spectrophotometry

Authors

Keywords:

blood lead levels, automotive workshop workers, atomic absorption spectrophotometry, occupational exposure, clinical toxicology

Abstract

Lead exposure in automotive workshop environments is a significant occupational health problem because it can lead to heavy metal accumulation in the blood and affect various organ systems. Workshop workers are at high risk of lead exposure through inhalation and direct contact during vehicle maintenance and repair activities. This study aims to analyze lead levels in blood specimens from automotive workshop workers measured using atomic absorption spectrophotometry. The study used a cross-sectional, observational, analytical design. The research subjects were automotive workshop workers in Banjar Karangsari who met the inclusion criteria. Nine blood samples were taken according to clinical laboratory procedures and measured using an atomic absorption spectrophotometer. The data were analyzed descriptively and analytically to describe the distribution of lead levels and their relationship with respondent characteristics. The results showed that automotive workshop workers had varying blood lead levels, with a tendency to increase in individuals with longer working hours and higher exposure intensity. The findings indicate that there are health risks due to lead exposure in the workshop work environment, which need to be addressed by increasing understanding of occupational safety and health in the informal sector.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhani, R., & Husaini. (2017). Logam berat sekitar manusia (hlm. 38–139). Lambung Mangkurat University Press.

Alsuhendra, A., et al. (2013). Bahan toksik dan makanan. PT Remaja Rosdakarya.

Badan Pusat Statistik. (2018). Perkembangan jumlah kendaraan bermotor 1949–2016. Badan Pusat Statistik.

Budianto, S. (2019). Paparan kadar timbal (Pb) dalam darah pekerja bengkel sepeda motor di Jalan Jamin Ginting tahun 2019 (Skripsi). Universitas Sumatera Utara.

Cahyanti, N. (2020). Analisis kadar timbal (Pb) dalam darah pekerja bengkel di Desa Buduk dengan metode spektrofotometri serapan atom (Skripsi). Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691/MENKES/PER/VIII/2011 tentang keselamatan pasien rumah sakit. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Dewi, P. P., Yusuf, S., & Arum, D. P. (2016). Faktor terkait kadar timbal pada polisi lalu lintas Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah, 1(2), 1–7.

Firdaus, N. (2015). Hubungan karakteristik responden dan kadar timbal (Pb) dalam darah dengan kelelahan kerja pada operator SPBU (Skripsi). Universitas Jember.

Hasan, W., Matondang, A. R., Syahrin, A., & Wahyuni, C. U. (2012). Pengaruh jenis kelamin dan kebiasaan merokok terhadap kadar timbal darah. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 8(4), 166–167.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2002). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1406/MENKES/SK/XI/2002 tentang standar pemeriksaan kadar timah hitam pada spesimen biomarker. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012 tentang pelayanan laboratorium puskesmas. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2013 tentang penyelenggaraan laboratorium klinik yang baik. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Mulyana. (2012). Efek dan biomarker pajanan timbal. PT Prodia Widyahusada.

Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan (hlm. 50). Rineka Cipta.

Palar, H. (2012). Pencemaran dan toksikologi logam berat. Rineka Cipta.

Rahmadani, P. (2018). Analisis paparan dan kadar timbal (Pb) dalam darah pekerja bengkel kendaraan bermotor roda dua di Kota Medan tahun 2017 (Skripsi). Universitas Sumatera Utara.

Rahayu, M., & Solihat, M. F. (2018). Bahan ajar teknologi laboratorium medis (TLM): Toksikologi klinik (hlm. 270–289). BPPPSDMK Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Reffiane, F., Mohammad, N. A., & Santoso, B. (2017). Dampak kandungan timbal (Pb) dalam udara terhadap anak sekolah dasar. Majalah Ilmiah Pendidikan Dasar, 1(2), 96.

Rustanti, I., & Mahawati, E. (2011). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar timbal (Pb) dalam darah pada sopir angkutan umum jurusan Karang Ayu–Penggaron di Kota Semarang. Jurnal VISIKES, 10(1), 60–61.

Saftro, A. S. M. (2012). Darah. Pustaka Pelajar.

Sastroasmoro, S., & Ismael, S. (2011). Dasar-dasar metodologi penelitian klinis. CV Sagung Seto.

Sembel, D. T. (2015). Toksikologi lingkungan: Dampak pencemaran dari berbagai bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari (hlm. 105–111). Andi Offset.

Soerdarto. (2013). Lingkungan dan kesehatan. CV Sagung Seto.

Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan populasi dan sampel : Pendekatan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721–2731. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i4.2657

Yoga, A. J. (2013). Perencanaan sistem inventory motor pada CV Surya Jaya Jepara.

Downloads

Published

30-11-2025

How to Cite

Chintya, G. A. ., Sudarma, N. ., & Abadi, M. F. . (2025). Blood lead levels among automotive workshop workers measured using atomic absorption spectrophotometry. Medical Laboratory Science Journal, 1(2), 38-42. https://journal.kadewaguru.org/index.php/MedLab/article/view/60